Sungai Ambawang - Kamis (4/9/25).
Pelaksanaan IHT Pendekatan Pembelajaran Mendalam di lingkungan SMPN-2 Sungai Ambawang pada pukul 09.00 WIB s/d pukul 14.00 WIB, berjalan aman dan lancar. Acara ini dihadiri oleh Pengawas Sekolah Bapak Saptono, S.Pd, sebagai Penyaji Materi, Kepala Sekolah Ahmadi,S.Ag, Wakil Kepsek Firmansyah, S.Pd, serta seluruh Guru.
Bahwa dalam IHT tersebut, pemateri menjelaskan tentang
"Growth Mindset",
Pembahasan Growth Mindset atau pola pikir berkembang, Adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat berkembang melalui usaha, kerja keras, dan ketekunan, bukan sifat bawaan yang tetap. Dalam hal ini ada pembahasan mengenai perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset yaitu jika Fixed Mindset Adalah meyakini bahwa bakat dan kecerdasan bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Sedangkan Growth Mindset meyakini bahda usaha dan dedikasi dapat meningkatkan kemampuan seseorang.
Konsep dan Kerangka Pembelajaran
Kerangka pembelajaran mendalam terdiri dari Dimensi Profil Lulusan, Prinsip Pembelajaran, Pengalaman Belajar, dan Kerangka Pembelajaran.
Dimensi profil lulusan berfokus pada karakter seperti keimanan, ketakwaan, kewarganegaraan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Prinsip pembelajaran menekankan pada suasana yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga. Pengalaman belajar melibatkan proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Sementara itu, kerangka pembelajaran mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital untuk mendukung pencapaian profil lulusan.
Penyelarasan Visi dan Misi Tujuan Sekolah
Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah adalah dokumen penting yang berisi cita-cita (visi), cara mencapai cita-cita (misi), dan hasil yang diharapkan (tujuan) dari sebuah lembaga pendidikan. Visi adalah gambaran masa depan yang ingin dicapai sekolah, misi adalah serangkaian tindakan untuk mewujudkan visi tersebut, dan tujuan adalah sasaran spesifik yang akan dicapai.
Visi dan misi sekolah harus selaras. Visi, misi, dan tujuan sekolah menjadi acuan bagi seluruh kegiatan pembelajaran dan manajemen sekolah dan memberikan arah yang jelas bagi seluruh warga sekolah untuk mencapai cita-cita bersama.
Kokurikuler
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. Dalam merencanakan kokurikuler diperlukan beberapa tahapan kerja yaitu harus penentuan tim kerja kokurikuler, analisis satuan pendidikan, dan membuat perencanaan berdasarkan hasil analisis. Dari hasil analisis keempat hal diatas, satuan pendidikan lalu menentukan: dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler, tema dalam kegiatan kokurikuler, bentuk kegiatan kokurikuler, tujuan pembelajaran, alokasi waktu, merancang aktivitas, dan merancang asesmen.
"Salam Cendikia"
"Salam PRAJA SAKTI"
#Redaksi
#smpn2sungaiambawang





No comments:
Post a Comment
Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2008 tentang PEDOMAN DASAR STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PEMOLISIAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI.
Undang - undang No. 14 Tahun 2008 tentang KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK.
Menjalin Kemitraan (partnership and networking) adalah segala upaya membangun sinergi dengan potensi masyarakat yang meliputi komunikasi berbasis kepedulian, konsultasi, pemberian informasi dan berbagai kegiatan lainnya demi tercapainya tujuan masyarakat yang aman, tertib dan tenteram.
Silahkan sampaikan informasi, masukan, usul dan saran untuk mencapai citra Polri yang dicintai masyarakat.
Salam Persaudaraan!