Saturday, 6 September 2025

Tantangan Perbaikan "Culture Set" di Lembaga Pendidikan


Lembaga pendidikan, sebagai fondasi pembentukan karakter dan intelektualitas bangsa, memiliki peran krusial dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas. Namun, seringkali kita mendapati bahwa "culture set" atau budaya yang tertanam di lembaga pendidikan tidak selalu mendukung terciptanya lingkungan yang ideal. Budaya yang dimaksud di sini mencakup nilai-nilai, norma, kebiasaan, dan keyakinan yang dianut oleh seluruh elemen pendidikan, mulai dari siswa, guru, staf, hingga manajemen.

 

Salah satu tantangan utama dalam memperbaiki "culture set" adalah resistensi terhadap perubahan. Manusia cenderung nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang sudah berjalan lama, meskipun kebiasaan tersebut tidak lagi relevan atau efektif. Di lembaga pendidikan, resistensi ini bisa datang dari berbagai pihak. Guru yang sudah lama mengajar dengan metode konvensional mungkin enggan mencoba pendekatan baru yang lebih inovatif. Siswa yang terbiasa dengan sistem pembelajaran pasif mungkin sulit beradaptasi dengan model pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif.

 

Selain resistensi, tantangan lain adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya perubahan budaya. Banyak pihak mungkin merasa bahwa "culture set" yang ada sudah cukup baik, atau bahkan tidak menyadari bahwa ada masalah yang perlu diperbaiki. Padahal, dalam era globalisasi dan digitalisasi ini, lembaga pendidikan harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dan mampu bersaing.

 

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Pertama, perlu adanya kesadaran dan pemahaman yang sama dari seluruh elemen pendidikan mengenai pentingnya perubahan budaya. Hal ini bisa dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan diskusi yang melibatkan semua pihak.

 

Kedua, perubahan budaya harus didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan visioner. Pimpinan lembaga pendidikan harus mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan memotivasi seluruh elemen pendidikan untuk bergerak menuju arah yang lebih baik.

 

Ketiga, perubahan budaya harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Jangan memaksakan perubahan yang terlalu drastis dan tiba-tiba, karena hal ini justru bisa menimbulkan resistensi yang lebih besar. Lakukan perubahan secara bertahap, dengan melibatkan semua pihak dalam proses perencanaan dan implementasi.

 

Keempat, perubahan budaya harus dievaluasi secara berkala. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah perubahan yang dilakukan sudah berjalan efektif, dan apa saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

 


Dengan mengatasi tantangan-tantangan tersebut, lembaga pendidikan dapat menciptakan "culture set" yang lebih positif dan produktif. Budaya yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan inklusif. Budaya yang mampu menghasilkan generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

 

Namun, perbaikan "culture set" bukanlah tugas yang mudah dan cepat. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan kerjasama dari seluruh elemen pendidikan. Namun, jika kita semua bersedia untuk berkontribusi, maka kita dapat menciptakan lembaga pendidikan yang lebih baik, yang mampu menghasilkan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.


(D2n-KabiroKBR)

Thursday, 4 September 2025

"Growth Mindset", PPM bagi Guru di lingkungan SMPN-2 Sungai Ambawang


Sungai Ambawang -  Kamis (4/9/25).

Pelaksanaan IHT Pendekatan Pembelajaran Mendalam di lingkungan SMPN-2 Sungai Ambawang pada pukul 09.00 WIB s/d pukul 14.00 WIB, berjalan aman dan lancar. Acara ini dihadiri oleh Pengawas Sekolah Bapak Saptono, S.Pd, sebagai Penyaji Materi, Kepala Sekolah Ahmadi,S.Ag, Wakil Kepsek Firmansyah, S.Pd, serta seluruh Guru. 



Bahwa dalam IHT tersebut, pemateri menjelaskan tentang 

"Growth Mindset",

Pembahasan Growth Mindset  atau pola pikir berkembang, Adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat berkembang melalui usaha, kerja keras, dan ketekunan, bukan sifat bawaan yang tetap. Dalam hal ini ada pembahasan mengenai perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset yaitu jika Fixed Mindset Adalah meyakini bahwa bakat dan kecerdasan bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Sedangkan Growth Mindset meyakini bahda usaha dan dedikasi dapat meningkatkan kemampuan seseorang.

Konsep dan Kerangka Pembelajaran

Kerangka pembelajaran mendalam  terdiri dari Dimensi Profil Lulusan, Prinsip Pembelajaran, Pengalaman Belajar, dan Kerangka Pembelajaran.

Dimensi profil lulusan berfokus pada karakter seperti keimanan, ketakwaan, kewarganegaraan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

Prinsip pembelajaran menekankan pada suasana yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga. Pengalaman belajar melibatkan proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.


Sementara itu, kerangka pembelajaran mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital untuk mendukung pencapaian profil lulusan.


Penyelarasan Visi dan Misi Tujuan Sekolah

Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah adalah dokumen penting yang berisi cita-cita (visi), cara mencapai cita-cita (misi), dan hasil yang diharapkan (tujuan) dari sebuah lembaga pendidikan. Visi adalah gambaran masa depan yang ingin dicapai sekolah, misi adalah serangkaian tindakan untuk mewujudkan visi tersebut, dan tujuan adalah sasaran spesifik yang akan dicapai.

Visi dan misi sekolah harus selaras. Visi, misi, dan tujuan sekolah menjadi acuan bagi seluruh kegiatan pembelajaran dan manajemen sekolah  dan memberikan arah  yang jelas bagi seluruh warga sekolah untuk mencapai cita-cita bersama.



Kokurikuler

Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. Dalam merencanakan kokurikuler diperlukan beberapa tahapan kerja yaitu harus penentuan tim kerja kokurikuler, analisis satuan pendidikan, dan membuat perencanaan berdasarkan hasil analisis. Dari hasil analisis keempat hal diatas, satuan pendidikan lalu menentukan: dimensi profil lulusan yang akan dipilih dalam kegiatan kokurikuler, tema dalam kegiatan kokurikuler, bentuk kegiatan kokurikuler, tujuan pembelajaran, alokasi waktu, merancang aktivitas, dan merancang asesmen.


"Salam Cendikia"

"Salam PRAJA SAKTI"


#Redaksi

#smpn2sungaiambawang

Sunday, 31 August 2025

Pengukuhan dan Pelepasan Pramuka SMPN 2 Sungai Ambawang Berlangsung Meriah

Sungai Ambawang (29/8/25) - SMPN 2 Sungai Ambawang sukses menggelar acara pengukuhan dan pelepasan Pramuka yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat hingga Minggu pagi. Acara yang dipusatkan di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh anggota Pramuka, dengan fokus utama pada pengukuhan siswa-siswi kelas 7 sebagai anggota baru.

 

Acara dibuka dengan upacara resmi yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Sungai Ambawang, Bapak Ahmadi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan Pramuka dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan cinta tanah air.

 

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah kegiatan api unggun dan renungan suci yang dipimpin oleh Waka Kepala Sekolah, Bapak Firmansyah, S.Pd. Kegiatan ini diketuai oleh M. Mulyadi, A.Md staf TU SMPN 2 Sungai Ambawang serta dibantu oleh para Guru dan Alumni Pramuka SMPN 2 Sungai Ambawang. Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta merenungkan nilai-nilai luhur kepramukaan di bawah langit malam yang cerah dan penuh bintang.

 

Kegiatan pengukuhan Pramuka ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan semangat baru kepada siswa-siswi kelas 7 yang baru bergabung dalam organisasi Pramuka. Berbagai kegiatan menarik dan edukatif telah disiapkan untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan keterampilan kepramukaan.


Pada acara malam perpisahan Alumni Pramuka, diisi dengan penyampaian laporan kegiatan oleh ketua panitia, kata sambutan dari kepala sekolah dan pengawas SMPN 2 Sungai Ambawang Bapak Saptono, ketua Komite Sekolah bapak Kusmayadi, dan dihadiri oleh para pembina Pramuka serta orang tua siswa.


Setelah kegiatan perpisahan dan berfoto bersama, kegiatan diakhiri dengan pemutaran video profil prestasi yang diraih oleh siswa-siswi Pramuka dari angkatan 1 s/d angkatan ke-3.


Pada akhirnya, Acara ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah pada Minggu pagi (31/8/25). Dalam penutupan tersebut, Bapak Ahmadi, S.Ag, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Beliau berharap, semangat kepramukaan dapat terus membara dalam diri setiap siswa dan menjadi bekal dalam meraih cita-cita.

 

Kegiatan pengukuhan dan pelepasan Pramuka ini merupakan agenda rutin SMPN 2 Sungai Ambawang sebagai upaya untuk mengembangkan potensi siswa di bidang non-akademik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi generasi muda yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.


(D2n-Kabiro-LiputanKuburaya)


Wednesday, 20 August 2025

SMPN 2 Sungai Ambawang Sukses Gelar ANBK untuk Siswa Kelas 8


Sungai Ambawang (20/8/25) – SMPN 2 Sungai Ambawang baru saja menyelesaikan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi siswa-siswi kelas 8. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan lancar dan tertib, berkat pengawasan ketat dari Wakil Kepala Sekolah / (Waka) Kurikulum, Bapak Firmansyah, S.Pd.

 

ANBK merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur mutu pendidikan di tingkat sekolah. Asesmen ini meliputi tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, Survei Karakter yang menggali informasi tentang aspek sosial-emosional siswa, serta Survei Lingkungan Belajar yang mengumpulkan data mengenai kualitas pembelajaran dan iklim sekolah.

 

"ANBK ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi, serta untuk mengevaluasi kondisi lingkungan belajar di sekolah," ujar Ibu [Nama Waka Kurikulum] di sela-sela kegiatan. "Dengan hasil ANBK ini, kami dapat merancang program-program yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 2 Sungai Ambawang."

 

Pelaksanaan ANBK di SMPN 2 Sungai Ambawang dibagi menjadi beberapa sesi untuk memastikan semua siswa dapat mengikuti asesmen dengan nyaman dan tanpa kendala teknis. Setiap sesi diawasi oleh proktor dan teknisi yang bertugas memastikan kelancaran sistem komputer dan jaringan.


Kepala SMPN 2 Sungai Ambawang, Bapak [Nama Kepala Sekolah], menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan ANBK ini. "Saya berterima kasih kepada Ibu Waka Kurikulum, para guru, proktor, teknisi, dan terutama kepada seluruh siswa kelas 8 yang telah berpartisipasi aktif dalam ANBK ini. Semoga hasil ANBK ini dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini," tuturnya.


Dengan suksesnya pelaksanaan ANBK ini, SMPN 2 Sungai Ambawang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan di masa depan.


(D2n - Kabiro KPK. Kuburaya)

Wednesday, 26 July 2023

Upacara "BUKADIK AK-49" Siswa Diktukba Polri Gel-II T.A. 2023


Hinai, Selasa (25/7/23). 

Diktukba Polri merupakan tahap pendidikan dan latihan bagi calon Bintara Kepolisian yang telah melalui serangkaian seleksi ketat dan dinilai layak untuk mengikuti pendidikan ini Program ini bertujuan untuk mempersiapkan dan membekali para calon polisi masa depan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan yang dibutuhkan untuk melaksakan tugas Fungsi Kepolisian dan menghadapi berbagai tantangan dalam dinamika tugas kepolisian di era modern.

Kapolda Sumut Irjel Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, SIK, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan Amanat Kalemdiklat Polri bahwa betapa pentingnya pembentukan Bintara Polri yang berkualitas dalam menjalankan tugas-tugas mulia sebagai pelayan masyarakat dan penegak hukum. 


Ia juga menekankan pentingnya disiplin, etika, dan integritas yang harus dijunjung tinggi oleh para calon Polisi ini. Para Siswa Diktukba Polri Gel-II T.A 2023 sebanyak 441 orang ini berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara dan memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam.


Mereka telah melewati serangkaian tes akademik, fisik, psikologi, serta wawancara yang ketat sebelum akhirnya berhasil memenuhi syarat dan dinyatakan layak mengikuti pendidikan ini. Dalam sesi acara Testimoni Orang tua siswa yang diwakili oleh 2 orang Siswa, diantaranya ada Siswa Bernard Ervander Laia, seorang Yatim Piatu asal Nias Selatan yang diasuh oleh Bibinya yang hanya sebagai penjual Roti keliling di Jl. PWI Gg. Gitar Percut Sei tuan kab. Deli Serdang. 


Walaupun dilarang menjadi seorang Abdi Negara tapi Tekad dan semangat Bernard untuk menjadi seorang polisi tyak dapat dibendung, hingga dia mengikuti testing tanpa sepengetahuan keluarganya. dan ada juga siswa Filo Derson Ginting yang merupakan anak dari orang tua yang cukup mapan, namun tidak mengandalkan orang tuanya dalam mengikuti testing, tetapi dia berkeyakinan bahwa tes masuk polisi tidak perlu menggunakan biaya seperti yang selama ini didengarnya dari teman-temannya. Akhirnya anak seorang Wiraswasta dari Dsn 1 Namo Puli Ds. Sumbul Kab. Deli Serdang ini telah lolos seleksi penerimaan tanpa mengandalkan biaya dari kedua orang tuanya.

 

Diakhir acara, Kapolda Sumut beserta para PJU Polda Sumut, didampingi oleh Ketua Bhayangkari Polda Sumut dan pengurus, KA SPN Polda Sumut beserta Ketua PC Bhayangkari SPN Hinai, Toga, Tomas, serta Pejabat Forkopimda melaksanakan kegiatan tepung tawar bagi Pengasuh dan seluruh siswa yang akan melaksanakan Pendidikan di SPN Hinai Polda Sumut ini selama 5 bulan lamanya usai penampilan tarian tradisi penyambutan oleh siswi-siswi sanggar tari SMKN-1 Stabat Kab. Langkat. 


 

#pidspnhinai

Sunday, 23 July 2023

TRADISI PENYAMBUTAN "CASIS AK-49" Diktukba Polri Gel-II T.A. 2023

 Hinai, Sabtu (22/7/23). 

Sebanyak 441 Calon Siswa (Casis) Diktukba Polri Gel-II T.A. 2023 tiba di Kesatriaan SPN Hinai Polda Sumut pada Pukul 16.30 Wib sore tadi, dengan melaksanakan Tradisi memasuki Kesatriaan SPN Polda Sumut yang dipimpin oleh Kakorsis AKBP Danny S. Sagala, SH, dan terima oleh KA SPN Polda Sumut Kombes Pol. iwan Setyawan, SH, SIK, M.Hum., didampingi Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari SPN Hinai, serta para PJU dan Personil SPN Polda Sumut. 


Usai para Casis Bintara Polri Angkatan XLIX (49) ini memasuki Kesatriaan SPN Hinai, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara penyerahan Casis Diktukba Polri dari Biro SDM Polda Sumut yang dipimpin oleh KA SPN Polda Sumut bersama Kabag Dalpers Biro SDM Polda Sumut AKBP Hendry Posma Lubis, SIK, MH, dan melaksanakan Apel Serah terima Casis, bertempat di Lapangan Satya Haprabu SPN Hinai Polda Sumut pada Pukul 17.00 Wib. Dilanjutkan dengan kegiatan pembagian Peleton oleh Bag Jarlat SPN Polda Sumut.


 #pidspnhinai

Friday, 7 July 2023

Upacara "TUPDIK AK-48" Siswa Diktukba Polri Gel-I T.A. 2023



Hinai, Kamis (6/7/23). Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra, S. M.Si pimpin Upacara penutupan dan pelantikan serta pengambilan sumpah Bintara Polri Gel-I T.A 2023, bertempat di SPN Hinai Polda Sumut Jl. Dharana Lastarya No.95 Ds. Sukajadi Kec. Hinai Kab. Langkat. Sebanyak 217 orang Bhanyangkara Polri muda Polda Sumut telah dinyatakan Lulus dalam mengikuti Diktukba Polri Gel-I T.A. 2023 dengan nama Batalyon Matra Satya Wada. 


Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Kapolda Sumut, Beliau berharap semoga lulusan Bintara dan Tamtama Polri tahun ini menjadi personel berkualitas, unggul, disiplin serta selalu menjalankan tugas dengan profesional dan hati nurani yang ikhlas. “Pelantikan ini awal menjalankan tugas. Jadi harus terus meningkatkan kemampuan. Sebab Polri memerlukan personel berkualitas dan unggul, guna mewujudkan Bhayangkara negara yang Presisi, yakni prediktif, memiliki reponsibilitas dan mampu mewujudkan transparansi berkeadilan,” ujarnya.

 

Beliaupun berpesan, Bintara Remaja haruslah menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat dan bangsa dalam bersikap saat menjalankan tugas. “Jangan mudah terbawa arus yang dapat menjerumuskan. Jadi harus terus menjaga amanah masyarakat dan nama baik Polri,” pesannya. Kapolda Sumut mengatakan upacara yang di selenggarakan pada hari ini merupakan momentum penting dalam menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pendidikan dan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri gelombang I T.A. 2023. 

Dengan berakhirnya program pendidikan dan pembentukan ini, maka Polri telah berhasil menambah personel golongan pangkat Bintara dan Tamtama sebanyak 9.098 Orang. “Terdiri dari 8.458 Polisi Laki-laki dan 640 Orang Polisi Wanita,” jelasnya. Jumlah tersebut, lanjut Irjen Panca, terbagi dalam ke dalam 6.901 Bintara Polisi tugas umum, 499 Bintara Brimob, 100 Bintara Pol Air, 1.499 Tamtama Brimob, dan 99 Tamtama Polair. Tentu ini menjadi kekuatan strategis untuk menunjang pelaksanaan tugas Polri agar lebih optimal. “Saya mengucapkan selamat kepada para Bintara dan Tamtama remaja Polri yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pembentukan selama 5 bulan di lembaga pendidikan Polri dengan baik, dan menghantarkan saudara secara resmi pada hari ini di lantik menjadi anggota polri dengan menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua dan Bhayangkara Dua,” sebutnya. 


“Mulai Hari ini, pada diri saudara-saudara telah melekat identitas dan kehormatan profesi tugas dan tanggung jawab sebagai bhayangkara negara yang di tuntut senantiasa harus diaktualisasikan dalam sikap, tutur kata dan perilaku hidup baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan sehingga menjadi contoh dan teladan masyarakat,” tambahnya. Turut dilaksanakan penyematan tanda pangkat efektif, memberikan penghargaan dan menyerahkan ijazah kepada: Siswa Tanggap Nama : YUDA AGUSTI BAHRI Nosis : 2210030241/Ton2/IB Anak dari Bapak SAIUN BAHRI, pekerjaan Wiraswasta, Ibu TRI JUPIATI, pekerjaan Ibu rumah tangga. Anak kedua dari dua bersaudara. Pengiriman dari Polres Simalungun. Siswa Tanggon Nama : M. ERLANGGA SATRIA LUBIS Nosis : 2210030280/Ton1/2B Anak dari Bapak AKBP REZA PAHLEVI LUBIS, pekerjaan Polri dan Ibu ELLI SRIWAHYUNI HARAHAP, pekerjaan Ibu rumah tangga. Anak kedua dari tiga bersaudara. Pengiriman dari Polrestabes Medan. Siswa Tringginas Nama : DANIEL FRAYZER MARBUN Nosis : 2210030293/Ton2/2B Anak dari Bapak LIRMAN MARBUN, pekerjaan petani dan Ibu ARTINAMANA, pekerjaan pensiunan Guru. Anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Pengiriman dari Polres Tapanuli Utara. 


Turut Hadir dalam upacara tersebut, Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin SH, PJU Polda Sumut, Kapolres di jajaran Polda Sumut, Mewakili Dandim 0203/LKT Kapten Inf M. Ridwan, Kakan Kemenag Langkat H.Ainul Aswad,MA, Mewakili Kajari Langkat Aryanvi Kantha Diprama, SH Kasubsi A Intelijen, Mewakili Danyonif 8 Marinir Wadanki F Lettu Mar Roni Sirait mewakili Danyonif 8 Marinir, Kadis Kominfo H.Syahmadi,S.Sos,M.SP, Plt.Kadis PUPR Khairul Azmi S.STP, Kasat Pol PP Dameka Putra Singarimbun,S.STP, Kabag Umum Mahardika Sastra Nasution,S.STP, M.AP, Para orang tua Bintara POLRI Gel-I T.A 2023.


Acara tambahan pada Upacara kali ini diisi dengan kegiatan Testimoni Orang tua Siswa, Tarian Penyambutan bagi para Undangan yang disajikan dari sanggar tari Putri-putri SMKN-1 Stabat, peragaan dari Bhayangkara Muda Batalyon AK-48, serta dilanjutkan dengan pembekalan dari Kapolda Sumut kepada Bhayangkara Muda Angkatan 48 Polda Sumut.


#pidspnhinai

Tantangan Perbaikan "Culture Set" di Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan, sebagai fondasi pembentukan karakter dan intelektualitas bangsa, memiliki peran krusial dalam menciptakan generasi pener...